highlight: menyiapkan itinerary, airport tax, ojek di Bali, penginapan murah di Bali dan Lombok, Damri di Lombok

Basa-Basi.
Trip ini direncanakan sejak tengah tahun 2012 karena tiket promo AirAsia (lagi!). Dengan merogoh kocek IDR 382.800 saya mendapat tiket penerbangan paling pagi (6.00 WIB) tanggal 3 Juni 2013, dan penerbangan pulang paling malam (23.20 WITA) pada 12 Juni 2013. Awalnya hanya akan bertualang di Bali saja, tapi mendekati hari H, dengan berbagai pertimbangan dan perasaan ingin mencoba bertualang ke tempat yang baru maka diputuskan untuk menambahkan Lombok sebagai destinasi pertama. Yap! Mari mulai cerita perjalanan LomBa (Lombok-Bali) ini.

30 Mei 2013.

Lombok. Akhirnya kita akan bertemu.

Dengan pertimbangan biaya perjalanan yang tidak akan jauh berbeda, sekalian penghematan waktu dan tenaga, juga untuk mempersingkat rasa deg-degan, maka tiket Merpati seharga IDR 170.000 dari Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Lombok Praya untuk tanggal 3 Juni 2013 pukul 13.15 pun dibeli.

31 Mei 2013.
Mengontak Mas Yudha, saudara teman saya (Riris, owe you one darling!) yang kebetulan tinggal di Lombok menanyakan kira-kira di Lombok bagaimana dan enaknya ngapain aja.

2 Juni 2013.
Siang. Browsing tempat yang akan dikunjungi ke Lombok, serta kemungkinan untuk bisa lanjut ke Sumbawa, seandai ada waktu yang tersisa. Cek blog abang ini: Jelajah Indonesiaku, sangat membantu! Dari hotel, destinasi yang bisa dituju, transportasi, penyewaan motor, sampai dengan informasi hotel, semua saya dapatkan dari blog ini!


Data-data yang sudah terkumpul kemudian saya ringkas dan cetak, tak lupa diback-up juga di dalam ponsel.

Malam. Packing. Bongkar. Packing. Bongkar. Packing lagi. Sambil direcokin mami yang juga was-was akan perjalanan anaknya ini. Cek-cek kelengkapan dokumen perjalanan dan draft rencana perjalanan. Hari pertama belum ada rencana jalan-jalan yang fix, hanya fokus untuk mencari penginapan murah di Bali untuk tanggal 8-12 Juni, dan tentu saja harus mendapat penginapan murah juga di daerah Cakranegara, Lombok.

3 Juni 2013.
Mau tidak mau, siap tidak siap, hari ini akan dimulai perjalanan terpanjang yang pernah saya rencanakan. 10 hari di jalan, dan walaupun teman saya akan bergabung selama 3 hari, tetap saja saya akan solo selama 7 hari, dengan 5 hari pertama di Lombok. Sangat membuat saya deg-degan!

Pukul setengah 3 pagi kurang sedikit.
Perjalanan di mulai, menaiki odong-odong ditemani mami dari Depok menuju Terminal Damri di Pasar Minggu. Ongkos odong-odong IDR 4.000. Kemudian Damri Pasar Minggu – Bandara Soekarno Hatta IDR 25.000.

Pukul setengah 5 pagi lewat sedikit.
Sudah check in dan duduk manis di ruang tunggu sambil mencoba memeramkan mata sejenak. Maklum perjalanan masih panjang. Penerbangan saya masih sekitar satu setengah jam lagi. Oh iya, IDR 40.000 melayang untuk Airport Tax.

Pukul 6.
Goodbye, Jakarta! Di penerbangan dua jam menuju Bali saya cuma tidur, tidak sempat lagi menikmati majalah Three-Sixty-nya AA yang biasa menjadi teman terbang saya.

Pukul 8.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Sukses mendarat, tanpa ba-bi-bu dan bagasi yang harus diambil, saya langsung melenggang keluar, mencari transportasi yang bisa membawa saya menuju Kuta. Saya harus dapat penginapan untuk tanggal 8-12 Juni. Pilihan pun jatuh pada ojek motor Bli Komang (081999465432) yang masih muda belia dan berasal dari Karangasem. Dengan IDR 55.000 saya diantar ke 3 buah hotel yang terletak di Poppies II dan Gang Benesari, dan kemudian balik lagi ke Bandara Ngurah Rai.

Saya sudah punya daftar hotel yang saya incar, salah satunya adalah Losmen Arthawan (IDR 70.000/malam, 0361-752913), yang sayangnya tidak bisa dipesan jauh-jauh hari. Bapak yang jaga ngotot saya datang saja di hari H, tapi saya tidak suka ketidakpastian akan availability kamar di hari H, jadi saya segera menuju incaran penginapan berikutnya, yaitu Komala Indah I yang terletak di Gang Benesari. FYI, di gang ini ada 3 buah penginapan dengan nama Komala Indah.

Sesampai di Komala Indah I yang ada restoran di bagian depan, dengan halaman yang cukup luas (bisa muat 5-6 mobil berjejer kayak ikan sarden), saya segera menuju bagian penerima tamu. Sayang seribu sayang, kamar yang ditawarkan seharga IDR 80.000/malam sudah penuh. Kemudian, mungkin iba melihat muka saya yang memelas, Bli yang menjaga menyebutkan keberadaan kamar seharga IDR 65.000/malam, yang saat ini sudah penuh, tapi meminta saya untuk menelpon kira-kira dua hari sebelum kedatangan untuk memesan kamarnya, mana tahu sudah ada yang kosong. Wow! Dengan hati yang lebih ringan, saya menyimpan kartu nama hotel tersebut. Komala Indah I, Gang Benesari, 0361-753185.


Peta hotel (yang menurut saya tidak terlalu akurat skalanya) di bagian belakang kartu nama.

Kebetulan saat menuju Ngurah Rai kembali kita melewati Jalan Legian, jadi saya sempat mampir ke konter Perama Tour dan meminta brosur mereka. Awalnya untuk mengecek jadwal bus Perama dari Padang Bai menuju Kuta untuk tanggal 8 Juni nanti, karena rencananya saya akan masuk Bali lagi lewat jalur laut dari Lombok, eh ternyata brosur dilengkapi dengan peta Bali dan Lombok, lumayan buat bekal perjalanan.

Sekitar pukul 11.00 WITA.
Yap, saya sudah kembali duduk manis di ruang tunggu check-in Bandara Ngurah Rai. Yang membuat saya bete adalah bahwa penerbangan saya ditunda keberangkatannya, dari yang seharusnya pukul 13.15 WITA, menjadi pukul 15.00 WITA. Mereka beralasan bahwa penundaan penerbangan sudah disampaikan via SMS, namun nomor saya yang tercatat di sistem mereka salah satu angka. What, mba? Walaupun saya ragu saya salah mengisi nomer telpon sendiri, yah sudahlah tidak ada gunanya protes, toh flight saya akan tetap delay.

Untung belum ada rencana yang pasti di hari pertama ini, kalau tidak bisa berantakan mood saya. Tapi saya belum dapat penginapan di Lombok, kalau saya kemalaman, nanti bagaimana? Ah sudahlah, saya pasrah saja menunggu, sembari istirahat menyiapkan diri untuk sisa perjalanan nanti. Entah petualangan seperti apa yang akan menanti saya di Lombok hari ini.

Pukul 13.00 WITA.
Saya putuskan untuk menunggu di boarding room saja. IDR 40.000 kembali melayang untuk Airport Tax.

Sekitar pukul 15.00 WITA.
Delay lagi. Merpati baru akan terbang ke Lombok jam setengah 5. Wah, saya makin deg-degan, berarti sampai di Lomboknya menjelang matahari terbenam. Waduh, nasib saya bagaimana ini?


Sambil menunggu, oleh petugas dibagikan pengganjal perut berupa dua buah roti. Sumpah roti kacangnya wuenak tenan!

Pukul 16.30 WITA.
Akhirnya. Tak terkira betapa leganya saya ketika ada pengumuman boarding dari maskapai Merpati. Akhirnya! Oh iya, penerbangan selama 45 menit ini ternyata menggunakan pesawat mungil berbaling 3 berkapasitas 56 penumpang. Kalau boleh jujur, suara mesinnya sama sekali tidak menenangkan jiwa dan raga saya selama penerbangan hahahaha, tapi safe! Pesawatnya aman sentosa dengan kru kabin yang ramah.


Ini wujud pesawatnya. Baru kali ini, saya naik pesawat mungil begini. Bikin saya makin excited saja dengan trip ini!

Pukul 17.30 WITA.


Mendarat! Lombok, let’s have a good time!

Tapi, perjalanan hari ini belum selesai, saya masih harus mencari penginapan. Mas Yudha berbaik hati menawarkan diri untuk menjemput saya di Sweta.

Oke, keluar dari bandara dengan perasaan takjub dan haru, saya segera menuju bus berukuran medium dengan tulisan Damri tertera di badan bus dengan jalur bus tertempel di depan. Bus Damri ini melewati Mataram dan Senggigi. Saya turun di pemberhentian pertama, yaitu Terminal Damri Sweta dengan membayar IDR 15.000. Ongkosnya berbeda tergantung turun di mana.

Perjalanannya hanya memakan waktu sekitar 30 menit, dan sesampainya tak perlu menunggu lama Mas Yudha datang menjemput saya untuk diantarkan ke penginapan incaran saya, yaitu Hotel Internasional, di Jalan Gelatik, Cakranegara (di belakang Hotel Lombok Plaza), 0370-631195..

Wuih, Hotel Internasional? Jangan terkecoh dengan namanya, karena fasilitas yang ditawarkan sangat mendasar, yaitu kamar dengan kamar mandi. Pertama kali melihat kamarnya, terbesit di kepala untuk tidak tinggal di sini karena kebersihan kamarnya sangat diragukan, Mas Yudha pun mengutarakan hal serupa, tapi apa boleh buat saya sedang menghemat biaya perjalanan. Deal dengan harga IDR 50.000/malam di kamar yang ada kipas anginnya. Kalau tanpa kipas angin dan kamar mandi luar, maka ada pilihan kamar seharga IDR 40.000. Untuk alternatif penginapan lainnya bisa cek rekomendasi dari Jelajah Indonesiaku di sini.


Jangan terkecoh dengan gambar ini, loh. Kenyataan terkadang tak sesuai dengan gambar heheh..

Sebenarnya kamarnya cukup gede dan nyaman bila dirawat sama petugasnya, hanya yah itu, kurang terawat dengan noda-noda kecoklatan di dinding, seprei yang bolong sana sini dan lantai yang tak tersapu, belum lagi kamar mandi yang tak disikat. Dari skala 1-10, maka kebersihan kamar di hotel ini adalah 4. Yang membuat saya betah adalah air keran yang sejuk dan dingin, dan walaupun terlihat kurang bersih dan tidak terawat, ternyata saya nyaman-nyaman saja tidur di kasurnya, dan syukur puji Tuhan, tidak gatal-gatal ataupun terkena penyakit kulit huehehe. Pemilik penginapan dan mas-masnya juga cukup ramah, walaupun kadang-kadang tamu lainnya suka berisik di kala malam. Anywow, I’ve experienced worst, so no complain here. Cheap can only get you so-so.

Selesai dengan urusan penginapan, Mas Yudha yang tahu rencana saya untuk bermain ke Pantai Kuta, Mawun, dan Tanjung Aan keesokan harinya langsung memberikan petunjuk jalan. Bahkan motor sewaan untuk besok hari pun sudah diurus oleh mas e dengan harga IDR 50.000/hari, thank you much mas e! Oh iya, Hotel Internasional juga menyediakan jasa sewa motor dengan harga sama (bisa ditawar, sepertinya loh ya).

Done with the briefing, Mas Yudha menawarkan untuk berkeliling melihat sekitaran, tapi sayanya sudah siap tepar hehehe, jadi saya tolak, sekalian istirahat karena perjalanan panjang juga menanti saya keesokan harinya.

Pukul 22.30 WITA.
Tepar menyambut esok hari.



Pengeluaran Akomodasi H-n dan H1:

  • Tiket PP AirAsia CGK-DPS – IDR 382.800
  • Tiket Merpati DPS-BIL – IDR 170.000

  • Odong-odong Depok – Pasar Minggu – IDR 4.000
  • Damri Pasar Minggu – IDR 25.000
  • Airport Tax CGK-DPS – IDR 40.000
  • Ojek PP Ngurah Rai – Kuta – IDR 55.000
  • Airport Tax DPS-BIL – IDR 40.000
  • Damri Lombok Praya – Terminal Damri Sweta – IDR 15.000
  • Hotel Internasional 3-7 Juni 2013 – IDR 50.000 x 4 malam = IDR 200.000


  • Next: Trip LomBa: Jadi Anak Pantai di Lombok!

    Advertisements