wiskulpecenongan

Di tengah Januari silam, ketika musim hujan sedang heboh melanda Jakarta dan menyebabkan suhu udara turun beberapa derajat, enaknya sih makan yang hangat-hangat. Dengan pikiran seperti itu, dan niatan yang kuat untuk mencoba wisata kuliner di Pecenongan, saya membujuk rayu Nda dan Agung untuk menemani saya melakukannya di tanggal 11 Januari 2014.

kwangtung2

Wisata kuliner daerah Pecenongan terletak di Jakarta Pusat yang bisa ditempuh dengan berjalan santai sekitar 20 menit dari stasiun kereta api Juanda. Sejak tahun 1970-an daerah Pecenongan sudah menjadi kawasan kuliner di Jakarta. Saat malam menjelang, warung-warung tenda mulai marak berjajar di pinggir jalan. Warung-warung ini kebanyakan menghidangkan Chinese food dengan bahan dasar seafood dan daging babi. Teman-teman muslim mungkin harus lebih mawas kalau wisata kuliner di sini.

Tujuan kami malam itu adalah bubur kepiting yang ada di Restoran Kwang Tung. Letaknya agak jauh di ujung jalan, setelah Hotel Redtop. Restoran yang berdiri sejak tahun 2004 ini terkenal dengan sajian bubur a la Kwang Tung atau Canton, sebuah provinsi di Cina. Buburnya memiliki rasa gurih yang khas dengan beragam isi, salah satunya adalah bubur kepiting yang menjadi incaran kami malam itu. Bagi teman muslim, jangan ragu untuk mampir, restoran ini sudah mendapatkan cap halal.

Eh, ternyata dalam perjalanan menuju ke Restoran Kwang Tung, kami tergoda untuk menghampiri sebuah kerumunan di depan sebuah warung martabak.

Martabak 65A, Si Pelopor Martabak Nutella!

Siapa yang tak kenal dengan jajanan malam yang sedang populer satu ini? Martabak manis bisa dibilang adalah pancake versi Indonesia yang sangat populer. Dulu-dulu topping yang laris adalah yang bertabur kacang, keju atau meses, namun seiring perkembangan zaman, topping untuk martabak pun berkembang.

Nah, warung Martabak 65A yang sudah berdiri sejak tahun 1970 ini adalah peloppor martabak dengan topping yang akhir-akhir ini jadi tren, yaitu martabak Nutella, Toblerone dan Skippy. Topping baru ini mereka luncurkan pada tanggal 29 Agustus 2013 silam dan langsung laris manis!

Saking tersohornya martabak topping baru ini, antriannya bisa lumayan panjang, bahkan selang sebentar saja dari waktu bukanya sekitar pukul 6 sore. Tapi tenang, Martabak 65A menyediakan nomor antrian, jadi kamu bisa menunggu dengan santai tanpa takut disela. Atau kalau tidak sempat mampir, coba saja layanan pesan antarnya di nomor +6221-9216-5888. Minimal dua loyang untuk bisa diantar. Saya sendiri sih merekomendasikan untuk datang langsung dan menikmati si martabak fresh from the oven.

Setelah membayar pesanan, kami diberi nomor antri 53 dari antrian nomor tiga puluhan. Masih sekitar 20 pesanan lagi atau kira-kira masih setengah jam lagi sampai pesanan kami selesai. Sambil mengantri kami memilih untuk menyaksikan proses pembuatan martabak manis.

martabak3-preparing1
Menyiapkan pesanan martabak yang mengantri panjang.

Loyang demi loyang martabak dioles oleh para staf Martabak 65A yang cekatan dengan Wijsman Butter untuk kemudian dioles lagi dengan selai coklat-hazelnut Nutella atau ditabur potongan Toblerone. Olesannya tidak tanggung-tanggung, satu jar untuk satu loyang. Tergantung pesanan, kadang ada yang ditambah lagi dengan keju parut dan siraman susu kental manis. Waduh!

Tidak mengherankan bila harga satu loyang martabak manis dimulai dari Rp 85.000. Sedikit mahal bila dibandingkan dengan harga martabak manis pada umumnya. Jika melihat kualitas bahan dan rasa yang ditawarkan oleh Martabak 65A, wajar saja sih harganya beda dari yang biasa. Selain martabak Nutella dan Toblerone, warung martabak ini juga menyajikan martabak manis dengan topping biasa seperti kacang dan meses.

Selain martabak manis, Martabak 65A juga menyediakan pilihan martabak telor dengan topping tidak kalah unik, seperti tuna dan ayam jamur. Wah, lain kali harus dicoba nih. Untuk sekarang nyobain martabak Nutella dan Toblerone dulu deh. Bagi Anda yang tidak suka makanan terlalu manis, jangan khawatir. Martabak Nutella dan Toblerone yang disajikan tidak terlalu manis dan berminyak seperti yang terlihat.

martabak4-preparing1
Rasanya pas mantab di lidah!

Kalau penasaran banget dengan martabak yang satu ini, simak mereka di situs http://www.martabak65a.com atau media sosial seperti Twitter dan Instagram @martabak65a.

Lanjut dari warung martabak ini, kami langsung melangkah ke Restoran Kwang Tung yang sudah tidak jauh lagi.

Restoran Kwang Tung: Rajanya Bubur!

Melangkah masuk ke dalam Restoran Kwang Tung langsung di sambut dengan pemandangan meja-meja yang terisi penuh. Di sisi kiri ada dapur terbuka sehingga tamu restoran dapat melihat langsung bagaimana menu utama restoran ini disajikan. Kesan pertama tentang restoran dua lantai ini: sebuah tempat makan di mana percakapan bisa mengalir dengan santai. Restoran yang buka 24/7 ini tampaknya memang asyik untuk kumpul ramai bersama keluarga atau teman.

Di restoran Kwang Tung ada banyak pilihan isi bubur yang bisa dinikmati, seperti bubur dengan isi daging ikan kerapu, bubur dengan scallop, sampai bubur dengan isi abalone pun ada. Kisaran harga bubur dipatok dengan harga mulai dari Rp 45.000 belum termasuk pajak. Mahal? Jangan salah, satu porsi bubur di restoran Kwang Tung ini lumayan besar jadi bisa dinikmati berdua dan rasanya tidak perlu ditanya! Juara deh! Rasa bubur di restoran Kwang Tung ini memang sudah gurih walau tanpa isi, jadi bisa saja memesan bubur polos dengan side-dish lain seperti ayam rebus a la Hongkong. Bubur Kwang Tung memang tersohor. Terbukti bahkan sampai deretan selebritis atau publik figur Indonesia lainnya menjadi langganan, seperti yang diabadikan dalam foto-foto yang menghiasi dinding-dinding restoran.

kwangtung3
Bubur Kepiting dengan tambahan Cakwe dan Tahu Cabe Garam. Enak!

Setelah mendapatkan meja, pegawai dengan sigap dan ramah memberikan rekomendasi menu selain bubur kepiting. Tekstur bubur yang tidak terlalu kental, sangat cocok di makan dengan makanan yang bertekstur renyah. Akhirnya kami memutuskan untuk memesan cakwe sebagai tambahan topping, juga tahu goreng cabe garam dan cumi goreng tepung saos mayonais. Tak perlu menanti lama, semangkuk bubur dengan satu ekor kepiting yang sembunyi di dalamnya segera dihidangkan di atas meja.

Selamat makan!

Catatan kaki: artikel wisata kuliner Pecenongan juga tayang di sini dan sini.

Advertisements