Siang itu matahari teduh di balik awan ketika saya dan teman-teman sekelas di Cultural Studies berkunjung ke salah satu kota satelit Jakarta, yaitu Tangerang. Lebih tepatnya kami mengunjungi daerah yang disebut Pasar Lama Tangerang. Lokasinya sekitar 10-15 menit berkendara menggunakan angkutan umum dari stasiun Tangerang.


Orang Cina Benteng sembahyang leluhur ya di Boen Tek Bio.

Daerah Pasar Lama Tangerang juga dikenal sebagai salah satu pecinan atau China Town yang eksis di sekitaran Jakarta. Di sana berdiri klenteng Boen Tek Bio yang menyandang gelar klenteng tertua di Tangerang. Dibangun pada tahun 1684 dan terletak di antara dua kelenteng yang menjadi “saudara”-nya, Boen San Bio dan Boen Hay Bio, Boen Tek Bio menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat Tionghoa di Tangerang. Konon, ketiga kelenteng ini membentuk satu garis lurus yang membentang sepanjang 16 kilomenter!


Sate babi dan jeroannya, siap dibakar!

Lokasi dari klenteng ini tidak jauh dari pinggiran sungai Cisadane yang teduh. Sebuah lorong menghubungkan keduanya, dan di sepanjang lorong ini terlihat berbagai bukti budaya peranakan. Misalnya dari pengamatan saya dalam kunjungan singkat pekan lalu adalah berbagai sajian kuliner khas dengan bahan babi (daging dan jeroan) sebagai highlight. Bagi yang muslim, jangan khawatir karena banyak juga warung yang menyediakan menu halal. Silahkan konfirmasi terlebih dulu kalau ragu.


Ada nostalgia di balik apa yang terlihat dari rumah tua ini bagi saya.

Selain variasi kuliner, saya pun melihat adanya nuansa bangunan yang unik. Yang menarik mata saya terutama atap model pelana kuda yang lazim terlihat pada rumah-rumah di kawasan ini. Kawasan pecinan Pasar Lama ini memang menyajikan denyut budaya peranakan Tionghoa yang berbeda dengan Glodok maupun Mangga Dua.

Tepat disebelah klenteng terdapat pasar tradisional. Pasar ini yang membuat kawasan pecinan ini disebut dengan nama Pasar Lama. Pasar ini menawarkan harga barang yang lebih murah dari swalayan dengan kualitas bersaing. Yang ditawarkan beragam, dari bahan masakan yang masih mentah seperti sayur mayur, ikan dan daging, sampai jajanan seperti asinan, otak-otak, mpek-mpek, emping jengkol, dan lain lain. Di tengah-tengah pasar juga terdapat Museum Benteng Heritage yang wajib dikunjungi kalau penasaran dengan kebudayaan Cina Benteng. Menarik ya!

PS: Artikel ini juga tayang di MyHotelMyResort.com. Perjalanan ke Pasar Lama Tangerang berlangsung pada akhir Maret 2014.

Advertisements