Musim liburan sudah tiba buat saya yang masih berstatus mahasiswa ini. Biasanya saya jalan-jalan, namun karena terhalang satu dan lain hal, maka yang saya lakukan adalah hal kedua favorit saya: makan!


Foto: M. Bayu

Kali ini saya berkunjung ke resto penjual daging panggang alias bistik atau beken dengan istilah bahasa Inggris: steak. Resto yang bernama Joni Steak ini direkomendasikan seorang teman. Enak dan murah, katanya–dua kata sifat yang menyenangkan untuk mendeskripsikan makanan buat mahasiswa berkantong sering cekak kayak saya ini. Siapa sih yang ga suka makanan enak dengan harga ramah kantong?


Rib-eye Steak dibalur dengan saus lada hitam. Nyam~

Joni Steak adalah rumah makan yang khusus menyajikan steak sebagai menunya. Saya tidak tahu sudah buka sedari kapan, namun konon ia bermula dari warung tenda. Setelah beken, sekarang tempatnya berubah menjadi rumah makan dua lantai. Menu-menu Joni Steak bisa dibilang sederhana. Maksudnya, membaca menu itu ga bakalan bikin bingung-bingung amat mau pesan apa. Menu utamanya jelas: steak daging sapi–bisa pilih potongan sirloin, tenderloin atau rib-eye[1], daging import atau lokal, saus lada hitam atau saus jamur. Tingkat kematangan pun bisa dipilih, mau medium-rare? Request saja. Bagi yang tidak seberapa suka daging sapi, bisa pilih protein lain, seperti olahan daging ayam atau ikan.


Joni Steak yang saya datangi berada di Jalan Samanhudi, dekat Stasiun Sawah Besar.

Suasana Joni Steak tampaknya senantiasa ramai. Dua kali ke sana, di jam makan malam, dua kali penuh. Tempatnya cukup nyaman, walau bukan kafe mewah. Ah, yang penting happy tummy! Rekomendasi saya, pesan rib-eye combo, atau pesan steak salmon! Harga makan di sana, menu utama plus minum, tanpa menu pendamping, tidak sampai IDR 100.000. Itu pun sudah termasuk pajak 10%. Pokoknya ramah di kantong, rame di lidah! Eh, tapi price does say something. Ke Joni Steak yang murah meriah ini, jangan datang dengan harapan mendapat steak kaliber resto bintang lima, ya.

Joni Steak
JL. KH. Samanhudi No 65, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710
Buka dari jam 11.00 siang sampai 1:00 pagi WIB
Harga berkisar IDR 50.000- 120.000 (termasuk minuman dan tax, per orang; per Desember 2014)


[1] Bedanya apa antara potongan-potongan daging sapi tersebut? Sila cek gambar berikut.

Selengkapnya klik sini.
Kalau bagi saya sih, bagian sirloin lebih berserat dan berlemak dibandingkan rib-eye atau tenderloin. Itu sih berdasarkan pengamatan saat makan langsung. Tapi bila saya salah, silahkan koreksi.

Advertisements