Sebagai orang Sumatera yang kemudian bermukim di sekitaran Depok dan berkeliaran di kawasan Jabodetabek sehari-harinya, rasa-rasanya menemukan sate padang yang sesuai dengan lidah Sumatera ini adalah sebuah perjuangan. Nah, kebetulan di suatu malam saya diajak ke Sate Padang Ajo Ramon. Warung tenda spesialis sate padang ini sudah ada sejak puluhan tahun silam. Jadi, niscaya rasanya terpercaya! Kini ketika Pasar Santa naik daun sebagai ruang kuliner alternatif baru di Jakarta, Ajo Ramon pun menjadi ramai dengan pelanggan-pelanggan baru, seperti saya.


Sore itu, semerbak wangi sate dibakar segera tercium oleh saya yang baru menjejak kaki di Pasar Santa.

Warung tenda yang terletak di pojokan Pasar Santa ini baru buka sekitar pukul 4 sore. Dengan dua gerobak besar yang isinya hanya tusukan sate dan lontong dan kuah sate padang, Ajo Ramon sigap melayani orang-orang yang kelaparan atau sekadar ngidam sate padang.


Seporsi sate padang yang sungguh menggugah lahir dan batin saya!

Satu porsi dengan sepuluh tusuk sate dihargai IDR 25.000, itu sudah termasuk dengan lontongnya. Tapi rasanya kurang kalau makan sate padang tidak ditemani camilan. Di tiap meja panjang yang dilapis terpal merah itu juga tersedia kerupuk kulit (di Jambi disebutnya kerupuk jangek) dan keripik singkong pedas. Tuh, pokoknya tambo ciek!


Jangan lupa seruput kuah satenya!


Ajo Ramon ini makin malam, makin ramai! Apalagi di akhir pekan.

Tertarik mampir ke Ajo Ramon? Bisa menggunakan kendaraan umum Metromini 75 jurusan Blok M – Pasar Minggu (atau kendaraan umum apa saja yang melalui Jalan Walter Monginsidi), turun di Jalan Cipaku terus tinggal jalan sedikit. Selamat makan!

Advertisements