Berbicara tentang makanan favorit, bagi saya mi mungkin adalah nomor satu, di atas segala makanan yang saya sukai. Berbagai macam mi, dari yang instan seperti Indomie sampai mi-mi lain, seperti bakmi. Kemarin ini saya sempat kangen makan bakmi, yang menurut saya beda loh dengan mi ayam. Di Jambi bertebaran banyak bakmi yang dimasak a la Chinese food, yang lebih dikenal dengan sebutan mi pangsit. Nah, sebagai anak kosan yang jauh dari kampung halaman, maka jauh jugalah saya dari mi pangsit. Hingga akhirnya saya minta rekomendasi teman-teman di mana bakmi yang enak di sekitaran Jabodetabek. Salah satunya adalah Bakmi Sahabat Yunsin, yang konon, sudah puluhan tahun jadi langganan orang, bahkan mereka yang dari luar Bogor.


Ini dia rumah makan bakmi yang katanya beken itu!


Tempatnya cukup nyaman untuk ngobrol, dan terutama makan bakmi enak!

Bakmi Sahabat atau Bakmi Yunsin terletak di Bogor. Tidak jauh dari stasiun kereta api Bogor, tepatnya ia terletak di sebelah Rumah Sakit Salak. Kalau mau jalan kaki bisa, sekitar 15-20 menit jalan dari Stasiun Bogor. Ada beberapa rute jalan yang bisa ditempuh, salah satunya jalan dari Stasiun Bogor ke arah Hotel Salak, kemudian belok kiri menuju simpang tiga lampu merah dekat bangunan Polisi Militer, di situ belok lagi ke kiri, tak jauh setelah menemukan RS Salak kamu akan menemukan plang Bakmi Yunsin di sisi kanan jalan. Ini rute jalan paling jauh tapi paling nyaman.

Ada yang lebih singkat, saat menuju ke hotel Salak, beloklah ke kiri setelah melewati Taman Topi, jalan lurus sampai menjumpai jalanan aspal yang berbelok ke kanan sebelum pasar, ikuti jalanan beraspal sampai ketemu jalan raya besar, dan ta-da Bakmi Yunsin sudah bisa kelihatan begitu kamu belok kiri ke jalan besar tadi. Kalau ga mau repot, saya sarankan naik angkot nomer 12 dari stasiun Bogor, rutenya sama kok.

Salah satu yang menarik dari menu yang ditawarkan Bakmi Sahabat Yunsin ini adalah bakmi babat. Yep. Bakmi dengan babat. Menurut saya ini padanan yang cukup unik, karena saya terbiasa makan babat yang ada di soto. Jadi begitu sampai, tak perlu lama melirik daftar menu (yang juga bisa dilihat online di website SahabatYunsin.com), saya dan Nana memutuskan untuk memesan Bakmi Babat Ayam Jamur (IDR 31.500), Bakmi Ayam Jamur (IDR 27.500) dan Bakmi Baso Pangsit (IDR 31.500). Saat memesan, jangan kaget bila ditanya mau mi yang asin atau manis.


Bakmi asin dengan topping ayam jamur dan kuah babat, dan bakmi manis aka yamin dengan topping ayam jamur dan kuah polos.

Loh, mi kok manis? Ternyata bakmi yang dibuat sendiri ini sudah memiliki rasa duluan. Kalau suka mi yamin, pilih saja yang manis. Dua-duanya sama enak, kok, tergantung selera saja. Rumah makan Sahabat Yunsin ini juga menyediakan bakminya dalam porsi satu dan setengah. Harganya pun bolehlah dibilang bersahabat, berkisar dari IDR 21.000-40.000 (per Januari 2015) untuk menu bakmi. Ini belum termasuk pajak 10%, loh.

Oh iya, restoran bakmi yang terletak di Jalan Jendral Sudirman no 12, Bogor ini menyajikan menu B2, sehingga tidak direkomendasikan untuk teman muslim makan di rumah makan Sahabat Yunsin Pusat. Datangi saja cabang mereka yang terletak di Bogor Botani Square Lantai 2 dan foodcourt Teras Yasmin, menunya halal semua.


Bakminya sih sudah enak, tapi dengan taburan ayam suwir, bawang goreng plus kuah baso dan pangsit, yang kurang hanya satu: sambal kacang untuk menambah rasa pedas yang menggigit!

Akhir kata, memang tidak salah banyak orang menjadi langganan rumah makan yang berdiri sejak tahun 1950 ini. Rasa dari mi yang berwujud seperti spaghetti ini memang yahud dan wajib icip!

Advertisements