Saya tidak suka asap dan bau rokok, oleh karena itu, by proxy, saya tidak suka rokok. Dan, kadang-kadang punya rasa ingin mengeplak para perokok atas asapnya yang tidak saya nikmati itu. Sorry guys, free and natural fresh air is more wonderful and addictive than your cheap, chemical-heavy, cigarette smokes.

Well, tapi saya punya banyak teman perokok yang saya maklumi asapnya, karena tanpa rokok mereka akan mati dan saya lebih terganggu dengan kematian mereka daripada asap rokok itu. Asalkan—tolong dicatat dan diingat yang satu ini, teman—rokoknya dihisap, bukan ditaruh di asbak atau dibiarkan bertengger di antara jemari hanya untuk berasap saja dan mengotori paru-paru orang yang tidak merokok dan tidak ingin menghirup udara yang sama dengan asap rokok. Kalau begitu, tergantung mood, kadang si rokok dan perokoknya ingin saya matikan dalam satu waktu yang bersamaan. Sayang, saya belum punya hasrat untuk menginap di penjara.

Saya dalam setahun belakangan ini sering sekali ke Lasem. Bukan apa, tapi saya kena virus kesengsem Lasem. Sudah nular ke kamu belum? Oh wait, kembali ke hal yang ingin saya bicarakan, rokok. Saat di Lasem, akhirnya saya menemukan satu momen ketika saya bisa berdamai dengan keberadaan rokok, yaitu ketika melihat orang-orang sibuk ngelelet.

Ngelelet adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh kaum adam di warung-warung kopi di Lasem, entah saat pagi hari menyingsing dan kesibukan belum menggeliat atau ketika siang tiba dan matahari bersinar luar biasa terik.

Setelah penghuni warung kopi selesai menyeruput kopi item khas Lasem, yang juga mahsyur dengan sebutan kopi lelet, rasanya ada yang kurang bila tidak melihat mereka melanjutkan aktivitasnya dengan membakar gulungan tembakau hasil ngelelet.

lelet002
Istirahat siang sambil ngelelet di warung kopi.

Setidaknya begitulah sepengamatan saya tentang ngopi di Lasem. Tua atau muda, single atau double, mas-mas dan bapak-bapak di Lasem ini terlihat fasih dengan kegiatan ngelelet atau melukis di atas rokok dengan menggunakan ampas kopi lelet.

Ngelelet 101

Hal pertama yang harus dilakukan agar ritual ngelelet ini afdol adalah meminum kopi leletmu sendiri sampai habis dan bertemu dengan endapannya di dasar cangkir. Pindahkan sebagian ampas ke piring cangkir, lalu ambil sepotong tisu dan tempelkan pada ampas kopi untuk mengurangi kelembaban si ampas.

Kemudian, campurkan susu kental manis secukupnya pada ampas kopi. Biasanya pemilik warung sudah siap sedia dengan susu kental manis ini. Mereka ngerti bahwa pelanggannya butuh melakukan ritual ini supaya harinya lengkap. Kok susu kental manis? Karena ia berperan sebagai perekat, supaya ampas kopinya bisa menempel di kertas rokok. Setelah selesai meracik pasta ampas kopi ini, sisanya hanya unjuk keterampilan tangan untuk ngelelet.

lelet002b
Mereka ini, God bless their skills, ngelelet dengan modal tusuk gigi, sendok, atau benang, tetapi bisa menghasilkan motif yang indah di atas gulungan rokok.

Ada yang dengan santai ngelelet seluruh kertas putih pembungkus rokok sehingga menjadi batangan rokok berwarna coklat. Ada pula yang menghabiskan waktu mereka dengan menggambar bunga-bunga seperti untaian motif batik di atas rokok. Jemari dari kedua tangan mereka dengan ulet mencocol pasta ampas kopi lalu bergerak-gerak luwes melukis di atas kanvas berbentuk silinder kecil itu. Rokok hasil ngelelet ini kemudian diletakkan di atas papan khusus dan dibiarkan sampai kering.

Bagi orang yang tidak punya bakat menggambar sama sekali, seperti saya, menyaksikan orang ngelelet itu ibarat menyaksikan sebuah karya seni yang dibuat secara spontan. Dan, ini bukan perkara mudah, bung! Saya pernah iseng mencoba ngelelet, dan saya segera menemukan bahwa ngelelet dan menghasilkan sesuatu yang indah darinya tidak termasuk di dalam daftar “Sekian Banyak Hal Yang Bisa Saya Lakukan Di Dunia Ini”.

lelet003
Pasti kalian tahu yang mana mahakarya saya.

Sayang, oh, sayang, karya seni spontan ini tidak berumur panjang.

Segera setelah rokok hasil ngelelet kering, para peleletnya pun menyalakan korek api untuk membakarnya. Mengganti wujud karya seni tersebut menjadi sesuatu seabstrak asap rokok dengan kandungan nikotin yang sekarang bercampur kafein.

lelet001

Saya? Tentu kembali misuh-misuh atas eksistensi rokok di dunia ini.

Advertisements